Kamis, 19 Mei 2011

cinta, nafsu, dan keimanan

bicara tentang cinta pastinya ndak pake logika dunk... walau kadang ada tapi lebih sering ndak pake itu menurutkku. dan ngomongin cinta juga sering banget terbayang dengan yang indah-indah pastinya... tapi nafsu...sering juga menyertainya... mau nggak mau.. dia kan turut serta meski nafsu disini bukan diartikan dengan hal-hal yang jorok ataupun tabu atau saru. misalnya gini ketika kita nggak bisa ngedapetin orang yang kita cintai karna dia sudah punya pacar, sudah nikah, atau sudah mati malah... terus kita nya marah, kesal,kecewa,nangis bombay, ndak mau makan atau makan banyak banget nah.. itulah yang dianamakan nafsu. memang nafsu itu ada yang baik dan ada yang buruk..nah kalo nafsu karena harapan kita tidak sesuai kenyataan terus kitanya bersikap yang demikian itu bisa anda simpulkan dunk...
sampai saat ini aku sendiri masih sangat sering terbawa nafsu yang sangat melelahkan yaitu menangis... huf,,, kebiasaan burukku itu sering banget terjadi pada jalinan asmara aku dan kekasihku... dia sering kesal kalau aku nangis. katanya tangis itu sama dengan nafsu, karna menurutnya seseorang yang sampai mengeluarka air matanya karena emosi itu juga nafsu. kecuali nagis karna bawang merah. lantas kalao menangis karna ditinggal orang terdekat meninggal itu wajar? oh...belum tentu... kalo kita bisa artikan itu sebuah takdir dan bisa berfikir dia lebih baik meninggal daripada mungkin dia hidup dosanya makin banyak ya.. kita bisa sabar dan nddak perlu nangis.. (ih..aku sosk2 an banget koh) tapi terus terang aku emang lagi belajar buat nggak nangis sembarangan. jadi cinta dan nafsu itu bisa diartikan baik dan buruk.tergantung cara kita menyikapinya...setuju.???
lantas bagaimana dengan keimanan? apa hubungannya?
keimanan seseorang bisa dilihat atau dirasakan dengan bagaimana dia mengartikan cinta dan nafsu.. perasaan cinta kita pada kekasih diselubungi dengan nafsu jelek berarti keimanan kita turun dan sebaliknya... tapi jka semuanya ditujukan pada Tuhan ya..sudah jadilah suatu keimanan yang bercahaya dan baik. misalnya... kita mnjalin hubungan dengan seseorang yang kita sayangi berdasarkan pada rasa sayang kita terhadap makhluk Tuhan. itu niat nya baik berarti. sedangkan namun jika kita syang sama seseorang atas dasar pengen punya pacar saja atau karna pribadinya saja itu berarti kita menomer duakan Tuhan. setuju?
susah memang untuk memisahkan dan memilah-milah...namun jika dalam pikiran kita semua itu hanya tertuju pada Tuhan maka akan mudah dalam praktenya. makanya manusia itu diwajibkan untuk berfikir...ayo kita sama-sama berfikir dengan hakekatnya...bukan hanya syariatnya saja...

Minggu, 15 Mei 2011

Sudah Lama Kutertekan

sebernanya udah bosen banget nngomong kaya gini... mual dan enenk rasanya... tapi gimana lagi rasanya belum memudar,,, masih menyelimuti nafas ini.. aku bosan banget bukan menyalahkan Tuhan tapi harus sampai dimana kesabaran ini diuji.. dan entah sampai kapan.. aku tak tau.. belum lagi dia yang terkasih... juga sedang mengalamai ujian dalam hidup...
tekanan demi tekanan tidak hanya ada didalam rumah tapi juga lingkngan dan sanak saudara yang lain. setiap hari hati ini hanya merasa hambar dan tak pernah berasa. aku malu??... ya... tentunya..dan itu sudah tidak perlu dipertanyakan lagi..
inget dosa2 yang pernah diperbuat.. tapi berusaha untuk memperbaikinyapun sangat banyak hambatan dan rintangan... ini aku ungkapkan dengan perasaan yang sangat muak. sebagai umat yang baik, tidak boleh iri, dengki, mengeluh, tapi harus ikhlas, sabar, dan bersikap baik... tapi itu tak semudah yang diucapkan...
aku hanya butuh konkrit.tititk...

Minggu, 26 Desember 2010

Aku benci

Aku benci tangismu
Aku benci omong kosongmu
Aku benci rengekanmu
Aku benci semua tentang dirimu
Dan aku suka benci semua itu
Aku menikmatinya

23 Romadhon 1431
22.25 WIB
On the telephon

Cintailah Kekasihmu Dengan Secukupnya

Terkadang seringkali mendapati diri tak sadar begitu hanyut dengan perasan yang mendalam padamu kekasihku. Hingga akhirnya sadar diri sering melupakanNya. Begitu nomer satunya dirimu dihatiku hingga melebihiNya. Sungguh terlalu. Terlalu mencintai ciptanNya itu merupakan “berhala” yang dimunculkan dalam kehidupan, dan merupakan cara pandang yang berlebihan dan salah. Itu kata kekasihku. Entalah mungkin dia sedang merasa bosan dengan diriku yang terlalau mencintainya.
Dan setelah aku cermati perkatannya ada benarnya juga. Karena pada hakekatnya, mencintai seseorang itu harus dengan secukupnya. Lebih dari itu tunjukkanlah pada Tuhanmu. Cinta manusia itu tidaklah kekal dan abadi. Pasti ada akhir untuk itu. Namun cinta Tuhan pada umat dan ciptaanNya itu kekal dan abadi jika manusia dan ciptanNya itu memang ingin dicintai dan Tuhan tidak meminta untuk dicintai.
Manisnya perkataan cinta, hingga para pujangga dan penyair lagu menciptakkan mantra terhadap cinta lewat gubahan lagunya. Itu indah dan sangat puitis, bahkan tak jarang dari kita turut merasakan kisah serta sumpah serapah dari lagu cinta itu. Namun apakah para pujangga syair lagu itu sadar dengan kata-kata yang mereka ciptakan merupakan seruan kehidupan duniawi yang tidak kekal?
Maka cintailah kekasihmu dengan sucukupnya........

27 Desember2010
08.13 WIB
Dalam perenungan cinta

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu,
seperti aku serahkan hidupku kepadaNYA
Aku mencintaimu,
maka takkan kuingkari
Aku mencintaimu,
dengan kesungguhan hati ini
Aku mencintaimu,
dan takkan kusesali
Aku mencintaimu,
bagai diri mencium bau surga
Aku mencintaimu,
dari pagi-siang-sore-malam dan pagi lagi
Aku mencintaimu,
dengan segala keunikanmu
Aku mencintaimu,
dengan segala yang kaupunya dan tak punya
Aku mencintaimu,
dengan mengharap berkah dari Allah SWT
Amien...


23 Romadhon 1431 H
EcyNeEby

Inginku Merokok

Katanya para penikmat rokok, merokok dapat menyebabkan penggunanya merasakan ketenangan dan bisa fokus sama suatu hal, bahkan dapat meningkatnkan percaya diri dan mengurangi setres. Wah penting banget tuh buat aku yang saat ini sedang setres karena lagi banyak pikiran. Beginilah jika aku termasuk golongan mahluk hidup yang bernama manusia yang diberi akal dan pikiran, namun kadang sulit untuk mengolahnya. Kenapa aku tidak lari ke Tuhan saja ya.....? entahlah,... terkadang pikiran manusia bisa sangat pintar membalikkan kenyataan. Padahal para ustad berkata, jika kalian bingung ataupun setres cobalah untuk cari tau dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi pada kenyataanya dengan sebatang rokok setidaknya jiwa dan pikiran lumayan jadi tenang.
Seandainya aku bisa untuk tidak sempat memikirkan baik buruknya rokok ataupun merokok dan toleransi pada lingkungan serta tata krama ( sebagai seorang perempuan), ingin....rasanya merokok meski dalam satu isapan saja, karena hari ini memang nggak enak banget dirasain, nggak ad semangat-semangatnya. Kekasih sedang marah, pikiran nggak tenang, kerjaan belum dapat, jadi pengen pergi jauh meraih kesuksesan lalu merokok menikmati semuanya. Dan semua itu masih hanya ingin ....... merokok...

230809
Dikamar dan sedang tidak bisa tidur

Minggu, 28 November 2010

Melihat Kotak Ajaib

sudah bukan jadi hal yang tabu kalau televisi menjadi media hiburan, sekalipun pada acara berita. melihat perkembangnnnya sekarang progaram acara berita sudah menjadi konsumsi publik yang banyak diminati selain sinetron tentunya. Di Indonesia sendiri stasiun televisi yang berfokus pada tayangan berita hanya ada dua yaitu Metro TV dan tv one. kedua acap kali terlihat saling bersaing dalam memberitakan sesuatu. persaingan yang terjadi jelas paling tidak untuk mengejar rating. meski berdalih bukan untuk rating.
diera reformasi yang katanya demokratis ini pun, pers benar-benar menjadi sambung lidah kehidupan sosial masyarakat. dari maslah ketidak adilan, pemerintahan yang jelek., sampai masalah artis yang seharusnya sudah punya temapatnya sendiri justru dibawa ke media, hingga presiden secara tidak langsung harus mengomentari. bahkan tv one pernah mendatangkan narasumber bayaran untuk beritanya.
jika dilihat dari dialog-dialog yang sering ditayangkan, narasumber yang didatangkan menjadi terkenal secara tidak langsung. dan saya melihatnya seperti artis sinetron. ada aktor jahat dan baik dan juga ada yang seperti sutradara, dimana statsiun televisilah menjadi panggung sandiwara mereka. apakah semua hal yang tidak baik dinegri harus dipertontonkan pada masyarakat,,???? agar mereka tahu saja atau agar mereka dapat mengenyam pendididikan politik dan sosial dari layara televisi atu bahkan mereka menjadi setres dengan keadaan bangsa ini, namun mereka tidak bisa apa-apa justru selalau menghujat pemerintah... kadang sering trpikir dibenak saya" dimana sisi baik negri ini...dan apakah yang ada ditelevisi sajalah keadaan Indonesia saat in?"